DPRD Kabupaten Murung Raya
Imanudin Dorong Lulusan SMA Murung Raya Lanjutkan Pendidikan Demi Bangun Daerah
PURUK CAHU, suluhbanua.news – Momentum kelulusan siswa SMA/SMK/MA di Kabupaten Murung Raya disambut dengan pesan penuh semangat dari Anggota Komisi A DPRD Murung Raya, Imanudin. Ia menegaskan bahwa ijazah SMA bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan gerbang awal untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan mengabdi kepada daerah.
“Ini merupakan fase penting dalam kehidupan generasi muda. Kalian harus melangkah dengan nalar yang cerdas, hati yang humanis, serta tekad kuat untuk kembali membangun Murung Raya,” ujar Imanudin, Senin (18/5/2026).
Sebagai anggota DPRD yang membidangi pendidikan dan kesehatan, Imanudin menilai bonus demografi di Murung Raya hanya akan menjadi kekuatan produktif apabila generasi mudanya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama kemajuan daerah. Karena itu, pemerintah perlu terus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui berbagai program, seperti beasiswa daerah, KIP Kuliah, serta kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan.
Ia menyebut sejumlah bidang pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Murung Raya, di antaranya pendidikan, kesehatan, pertanian modern, teknologi informasi, dan energi terbarukan.
“Kita masih membutuhkan dokter di kecamatan, guru di wilayah pedalaman, serta inovator yang mampu mengembangkan potensi pangan lokal. Kampus adalah tempat untuk menyiapkan solusi atas kebutuhan itu,” tegasnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja, Imanudin juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecerdasan akademik dan karakter. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki kemampuan literasi digital, jiwa kewirausahaan sosial, serta kesadaran menjaga kesehatan mental.
Ia turut mengimbau generasi muda agar menjauhi berbagai ancaman sosial, seperti narkoba, judi online, pinjaman online ilegal, dan paham intoleran yang dapat merusak masa depan. “Ilmu tanpa adab akan kehilangan makna. Gelar tanpa pengabdian akan terasa hampa. Jadilah sarjana yang membumi dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Lebih lanjut, Komisi A DPRD Murung Raya memastikan sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas dalam pengawasan anggaran daerah. Berdasarkan data Dapodik 2025, jumlah lulusan SMA di Murung Raya terus meningkat, namun angka partisipasi pendidikan tinggi masih perlu diperkuat.
Karena itu, Imanudin mendorong pemerintah daerah untuk memperluas program beasiswa afirmasi bagi pelajar dari wilayah pedalaman, menyediakan fasilitas asrama mahasiswa Murung Raya di kota-kota pendidikan, serta membuka program magang di organisasi perangkat daerah (OPD) maupun badan usaha milik daerah (BUMD).
Langkah tersebut dinilai penting agar mahasiswa memiliki pengalaman yang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Pergilah menuntut ilmu setinggi mungkin. Namun pulanglah dengan membawa harapan, inovasi, dan semangat pengabdian. Murung Raya membutuhkan generasi muda yang cerdas, humanis, dan berdedikasi untuk membangun masa depan daerah,” pungkasnya. (asd/sbn).
