Connect with us

Banjarmasin

DPRD Kalsel Bahas Dampak Bencana pada Ketahanan Pangan

Published

on

BANJARMASIN, suluhbanua.news – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan (DPRD Kalsel) menggelar forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas dampak bencana terhadap ketahanan pangan daerah, Selasa (14/4/2026), di Banjarmasin.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan, H Suripno Sumas, bersama Sekretaris Komisi II H Jahrian.

Dalam pertemuan ini, DPRD mengevaluasi berbagai kejadian bencana sepanjang 2025 sekaligus merumuskan strategi penanggulangan untuk tahun 2026.

Pembahasan tidak hanya berfokus pada ancaman banjir, tetapi juga mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu kemarau panjang.

Berdasarkan pemaparan Kepala BMKG Kalsel, Klaus Johannes Apoh Damanik, wilayah Kalimantan Selatan berpotensi mengalami musim kemarau hingga enam bulan, dimulai pada Mei dan mencapai puncak pada Juli hingga Agustus.

Menghadapi kondisi tersebut, petani diimbau untuk menyesuaikan pola tanam dengan memulai penanaman padi lebih awal. Langkah ini dinilai penting agar masa panen tidak terganggu saat puncak kemarau terjadi.

Di sisi lain, pihak pengelola proyek bendungan di Kalsel menyebutkan bahwa ketersediaan air pada awal musim kemarau masih relatif aman untuk mendukung aktivitas pertanian.

Berbeda dengan wilayah Jawa dan Bali yang cenderung mengalami kekeringan lebih cepat, sejumlah bendungan di Kalsel masih mampu mengalirkan air untuk kebutuhan irigasi.

Selain itu, keberadaan bendungan juga dinilai berperan penting dalam mengurangi risiko banjir.

Saat ini, Kalimantan Selatan memiliki sejumlah infrastruktur penampungan air, termasuk Bendungan Riam Kanan di Kabupaten Banjar serta fasilitas serupa di Tapin dan Balangan yang berfungsi sebagai pengendali banjir sekaligus penunjang sektor pertanian.

Melalui forum ini, DPRD Kalsel berharap sinergi antarinstansi dapat diperkuat guna menghadapi tantangan bencana sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di daerah. (adv/sbn).