Nasional
Hadapi El Nino 2026, Pemprov Kalsel Siapkan Ribuan Personel Karhutla

JAKARTA, suluhbanua.news – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin memaparkan kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pengendalian Karhutla 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Dalam forum yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Djamari Chaniago itu, Muhidin menjelaskan bahwa Pemprov Kalsel menetapkan tiga wilayah prioritas penanganan karhutla, yakni kawasan ring satu Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, wilayah utara yang meliputi HSS, HST, HSU, Balangan, Tabalong dan sebagian Tapin, serta wilayah timur Pegunungan Meratus yang mencakup Tanah Bumbu, Kotabaru dan sebagian Tanah Laut.
Menurut Muhidin, kondisi lahan rawa dan gambut membuat Kalsel rentan mengalami karhutla, terutama saat musim kemarau panjang. Ia menyebut karhutla di Kalsel memiliki pola berulang yang pernah terjadi pada 2011, 2015, 2019 dan 2023. Pada 2023 lalu tercatat 2.799 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 190.394 hektare.
Berdasarkan data SIPONGI periode 1 Mei hingga 17 Juni 2026, terdapat 492 titik panas dengan delapan kejadian kebakaran yang membakar 33,52 hektare lahan. Kabupaten Tapin menjadi daerah dengan hotspot tertinggi, sedangkan lahan terbakar terluas terjadi di Kabupaten Banjar.
“Vegetasi gambut mulai mengering, muka air menurun, dan titik panas diperkirakan meningkat menjelang puncak kemarau pada Agustus hingga September 2026,” ujar Muhidin.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Kalsel telah menerbitkan surat edaran kesiapsiagaan karhutla kepada seluruh kabupaten/kota. Langkah mitigasi juga dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan, sosialisasi, simulasi penanganan, patroli lapangan hingga pembangunan embung, kanal dan pintu air.
Pemprov Kalsel juga menyiapkan 1.777 personel pemadam karhutla, sekitar 3.000 personel pendukung, serta ratusan unit kendaraan operasional, patroli dan mesin pompa air untuk mendukung penanganan di lapangan.
Sementara itu, Menkopolkam Djamari Chaniago menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla harus dimulai dari langkah pencegahan sebelum kebakaran meluas.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga mengingatkan seluruh daerah agar meningkatkan kewaspadaan karena musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih cepat dan lebih kering akibat pengaruh El Nino.
Rakorsus tersebut diikuti sejumlah kepala daerah dari provinsi rawan karhutla sebagai upaya memperkuat sinergi nasional menghadapi musim kemarau 2026. (rls/aqmar/kb).
