Kalsel
Warga Belandean Antusias Ikuti Sosialisasi Bahaya Pinjol
MARABAHAN, suluhbanua.news — Sosialisasi literasi keuangan dengan fokus pencegahan pinjaman online ilegal (pinjol) digelar di Desa Belandean, Kabupaten Barito Kuala, Sabtu (1/12/2025) Pagi sekitar pukul 9.30 WIB. Kegiatan bertema “Meningkatkan Literasi Keuangan Masyarakat Desa Belandean melalui Edukasi dan Komunikasi Efektif untuk Mencegah Jeratan Pinjaman Online” ini diikuti puluhan warga yang terlihat antusias.
Program tersebut diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi kelas 5B Reguler Pagi Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Banjarmasin. Kegiatan terlaksana berkat kerja sama dengan Pemerintah Desa Belandean dan pemateri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Banjarmasin.
Ketua pelaksana, Evelyn Sule, mengatakan edukasi ini dilaksanakan karena masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait risiko dan prosedur pinjaman online ilegal.
“Pengetahuan warga mengenai pinjol ilegal di Desa Belandean masih sangat terbatas. Itu alasan kami memilih melakukan sosialisasi ini di sini,” ungkap Evelyn.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan dukungan desa serta lembaga resmi terkait.
“Kegiatan ini diprakarsai oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi 5B UNISKA. Kepala desa memfasilitasi tempat, dan materi disusun berdasarkan sumber dari OJK Banjarmasin,” jelasnya.
Peserta kegiatan merupakan warga Desa Belandean, terutama mereka yang masih kurang informasi seputar keuangan sehingga rentan terhadap jebakan pinjaman online ilegal. Evelyn menyebut minat peserta cukup tinggi.
“Alhamdulillah respon warga sangat baik, mereka aktif dan berpartisipasi,” ujarnya. Untuk menilai hasil kegiatan, panitia memberikan kuesioner evaluasi kepada peserta setelah acara selesai.
Kepala Desa Belandean, Elly Rahmah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Saya menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. Mungkin banyak warga yang sebelumnya belum paham kini menjadi tahu peran OJK serta bahaya pinjol ilegal,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar agar masyarakat makin melek keuangan, sehingga terhindar dari masalah sosial akibat pinjaman ilegal.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan pembagian lembar evaluasi. Melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Belandean diharapkan semakin bijak dalam mengatur keuangan serta tidak mudah terjebak dalam pinjaman online ilegal. (adv/sbn).
