Rudy Ariffin Wafat, Mantan Gubernur Kalsel Dua Periode Tutup Usia
BANJARBARU, suluhbanua.news — Mantan Gubernur Kalimantan Selatan dua periode, H. Rudy Ariffin, meninggal dunia pada usia 73 tahun di Rumah Sakit Amanah Banjarmasin, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
H. Rudy Ariffin bin H. Bachrun Ariffin merupakan Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005-2010 dan 2010-2015. Ia lahir di Banjarmasin, 17 Agustus 1953.
Kabar wafatnya Rudy Ariffin dengan cepat menyebar di tengah masyarakat. Sebelum menjalani perawatan di rumah sakit sejak Sabtu (5/9/2026), kondisi almarhum disebut tidak menunjukkan gejala sakit yang berat.
Staf pribadi Rudy Ariffin, Khairil Anwar, mengatakan almarhum bahkan masih sempat makan dan mengobrol sebelum dibawa ke rumah sakit.
“Beliau tidak mengalami gejala sakit yang berat. Bahkan sebelum berangkat ke rumah sakit, hari Jumat malam Sabtu sekitar pukul 24.00, beliau sempat minta disiapkan makan sedikit, dan makan buah,” ujar Khairil saat ditemui ketika menyiapkan pemakaman almarhum di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Banjarbaru.
Khairil yang telah mendampingi Rudy Ariffin sejak 2017 juga turut berada di rumah sakit hingga detik-detik terakhir almarhum.
Menurutnya, selama menjalani perawatan, Rudy Ariffin masih dapat berkomunikasi dan menyapa sejumlah tamu yang diperbolehkan menjenguk. Namun, pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WITA, saturasi oksigen almarhum tiba-tiba menurun sehingga pihak rumah sakit memutuskan untuk memindahkannya ke ruang ICU.
“Selama di ICU juga masih bisa ngobrol. Menyapa beberapa tamu yang sempat diizinkan masuk, ada Pak Rosehan NB, ada Pak Seffek Effendi, serta adik dan kakak beliau. Termasuk pemilik RS Amanah, Pak Imam Abror dan Ibu,” ungkap Khairil.
Hingga Minggu pagi, kondisi Rudy Ariffin disebut masih memungkinkan untuk berkomunikasi. Almarhum masih sempat meminta minum dan meminta disuapi makan oleh anak serta cucunya.
Namun, sekitar pukul 10.00 WITA, saturasi oksigen almarhum kembali turun hingga 60. Rudy Ariffin kemudian tidak sadarkan diri.
Tim medis sempat memberikan bantuan pernapasan. Kondisinya sempat merespons dan saturasi oksigen kembali meningkat. Namun, sekitar satu jam kemudian, Rudy Ariffin dinyatakan meninggal dunia.
“Hingga akhirnya, pukul 11.00 WITA beliau berpulang, didampingi anak cucu, juga kakak dan adik-adik beliau,” kata Khairil.
Khairil menjelaskan, penyakit yang diderita Rudy Ariffin terakhir kali berkaitan dengan infeksi paru. Berdasarkan keterangan dokter yang merawat, kondisi tersebut telah dialami almarhum sejak lama dan sebelumnya masih dapat ditangani dengan obat jalan.
Namun, kondisi kesehatan almarhum kemudian menurun. Faktor kualitas udara yang kurang baik disebut turut berdampak terhadap kondisi paru-parunya.
Jenazah Rudy Ariffin disalatkan di Masjid Al-Jihad Banjarmasin selepas salat Zuhur. Selanjutnya, jenazah kembali disalatkan di Masjid Agung Al-Karomah Martapura selepas salat Asar.
Almarhum kemudian dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Banjarbaru.
Kepergian Rudy Ariffin meninggalkan duka bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Sosok yang pernah memimpin Banua selama dua periode tersebut dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan pemerintahan daerah. (red).
