Banjarmasin
DPRD Kalsel Dorong Penguatan Peternakan untuk Ketahanan Pangan
Tanah Laut KALSEL, suluhbanua.news – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dalam hal ini Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan terus berupaya mendorong penguatan subsektor peternakan untuk mendukung ketahanan pangan daerah (13/6/2026).
“Kita terus dorong penguatan peternakan untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel H Suripno Sumas ketika dikonfirmasi, Sabtu sesudah Komisinya lakukan monitoring Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Ditjenak Kementan RI).
Monitoring UPT Ditjenak itu juga bersamaan dengan memonitor Kelompok Tani (Poktan) Budidaya di Desa Pulau Sari (sekitar 35 km tenggara Banjarmasin), Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Wakil Ketua Komisi II mengatakan, kunjungan ke UPT Ditjenak untuk memberikan gambaran mengenai besarnya potensi pengembangan pembibitan ternak di Kalsel.
Menurut Anggota DPRD Kalsel tiga periode tersebut, ketersediaan lahan dan bibit yang ada saat ini menjadi modal penting untuk memperkuat sektor peternakan daerah.
“Dari sini kami bisa melihat potensi yang bisa dikembangkan, baik lahan yang tersedia maupun bibit yang telah ada. Kami berharap UPT ini dapat terus dikembangkan sehingga nantinya tidak hanya memenuhi kebutuhan Kalsel, tetapi juga mampu menjadi pemasok bibit ternak untuk lima provinsi di Kalimantan,” ujar Suripno.
Ia menilai, keberadaan UPT Ditjenak tersebut memiliki posisi strategis sebagai sentra pengembangan bibit unggul sapi, itik, dan kambing. Karena itu, Komisi II DPRD Kalsel mendukung berbagai upaya pengembangan yang dilakukan guna menunjang program ketahanan pangan pemerintah menuju tahun 2030.
Selain meninjau pembibitan ternak, Komisi II DPRD Kalsel juga mengunjungi Kelompok Tani Budidaya di Desa Pulau Sari, dan rombongan melihat langsung berbagai kegiatan usaha yang masyarakat jalankan, mulai dari peternakan sapi, kambing, ayam hingga pengolahan pupuk.
Suripno yang juga Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kelompok Tani Budidaya dan Pemerintah Desa Pulau Sari dalam mengembangkan usaha produktif masyarakat.
Menurutnya, pola pengelolaan yang diterapkan kelompok tersebut layak menjadi contoh bagi kelompok tani maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di daerah lain.
“Kelompok Tani Budidaya telah menunjukkan bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah desa mampu menghasilkan program yang bermanfaat. Kami berharap pola seperti ini dapat diterapkan oleh kelompok tani dan BUMDes lainnya di Kalsel,” kata Suripno.
Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, H. Jahrian turut mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan di kedua lokasi kunjungan tersebut.
Ia menilai pengembangan pembibitan ternak dan pemberdayaan kelompok tani merupakan langkah nyata dalam memperkuat sektor ekonomi masyarakat berbasis peternakan.
“Melihat langsung potensi pembibitan ternak dan keberhasilan Kelompok Tani Budidaya tentu menjadi hal yang membanggakan. Ini membuktikan bahwa sektor peternakan di daerah memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Jahrian.
Wakil rakyat dari Partai NasDem itu menambahkan, bahwa hasil monitoring tersebut memberikan optimisme terhadap masa depan peternakan di Kalsel.
“Kita harapkan keberhasilan yang telah dicapai dapat terus ditingkatkan sehingga mampu mendukung ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah,” pungkas Jahrian.
Monitoring Komisi II ke UPT Ditjenak di Tambang Ulang, “Bumi Tuntung Pandang” Tala tersebut saat kunjungan kerja dalam daerah Kalsel sebagaimana terjadwal, 12-13 Juni 2026 (adv/sbn).
