Langsung ke konten
Banner
Terbaru
Banjarmasin

Paman Yani Ingin Karya Siswa SMK Dilirik Masyarakat

Oleh Ikhsan · 1 Oktober 2026 · 2 menit baca · 4 views

BANJARMASIN, suluhbanua.news – Bengkel sekolah yang melayani perawatan kendaraan hingga produk dan jasa hasil keterampilan siswa memiliki peluang untuk berkembang menjadi usaha yang bermanfaat bagi masyarakat. Lebih dari sekadar menghasilkan pendapatan, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk belajar mandiri dan membangun jiwa wirausaha.

Pandangan itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi atau yang akrab disapa Paman Yani, saat menyoroti penguatan tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada SMK.

Pernyataan tersebut disampaikan seusai ia mengikuti rapat kerja gabungan komisi yang membahas tata kelola BLUD SMK bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan pihak sekolah, Kamis (1/10/2026).

Menurut Paman Yani, penerapan BLUD di lingkungan pendidikan memiliki tujuan yang berbeda dari pengelolaan layanan pada sektor lainnya. Di SMK, keberhasilan BLUD tidak semestinya hanya diukur dari besarnya pendapatan, tetapi juga dari kemampuannya mendukung pembelajaran berbasis praktik dan menyiapkan lulusan yang mandiri.

Melalui pengelolaan BLUD, siswa berpeluang mengasah keterampilan sesuai bidang keahlian sekaligus mengenal proses menawarkan produk, memberikan layanan, dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Dengan pola tersebut, pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori maupun praktik di lingkungan sekolah. Hasil karya dan keterampilan siswa juga dapat diperkenalkan kepada masyarakat sehingga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Paman Yani menilai, potensi itu perlu dikembangkan melalui tata kelola yang baik serta peningkatan kualitas produk dan jasa agar masyarakat semakin percaya terhadap layanan yang ditawarkan SMK.

Ia mencontohkan sejumlah SMK di Kalimantan Selatan telah memiliki layanan yang mampu bersaing, termasuk di bidang perbengkelan. Bahkan, beberapa instansi pemerintah telah memanfaatkan jasa yang dikelola sekolah untuk melakukan perawatan kendaraan dinas.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa layanan SMK memiliki peluang untuk menjangkau konsumen di luar lingkungan pendidikan, selama kualitas pekerjaan dan pelayanan dapat memenuhi kebutuhan pengguna.

“Kita ingin produk dan jasa yang dihasilkan SMK semakin dikenal masyarakat. Ketika mereka menjual produk atau menawarkan keahlian yang dimiliki, masyarakat tidak ragu untuk menggunakan karena kualitasnya sudah terbukti,” ujarnya.

Bagi Paman Yani, penguatan BLUD SMK harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi siswa. Pendekatan ini diharapkan membuat lulusan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki bekal untuk membuka usaha dan menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.

Dengan demikian, BLUD dapat menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan pendidikan kejuruan dengan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat, sekaligus memperluas kesempatan bagi siswa untuk membuktikan kemampuan mereka melalui produk dan layanan yang berkualitas. (adv/sbn).

Bagikan:
Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kode Etik Internal Perusahaan | Kode Etik Perilaku Perusahaan Pers| Kode Etik Perilaku Wartawan | Jenjang Karier Kewartawanan| Peraturan Perusahaan Pers | Pedoman Pemberitaan Ramah Anak