Komisi III Pastikan Jalan Veteran Siap Digunakan
BANJARMASIN, suluhbanua.news – Hitungan hari menuju rencana pembukaan Jalan Veteran KM 5,5, Kelurahan Sungai Lulut, membuat persiapan di lapangan menjadi perhatian. Kondisi terakhir jalan tembus menuju Martapura Lama itu dipantau langsung Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bersama rombongan wartawan Persroom Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel, Senin (3/8/2026).
Pemantauan dilakukan untuk memastikan proses perbaikan jalan berjalan sesuai target sebelum akses tersebut kembali digunakan masyarakat pada 10 Agustus mendatang.
Anggota Komisi III DPRD Kalsel, H. M. Rosehan Noor NB, mengatakan pihaknya ingin memastikan kesiapan jalan menjelang pembukaan akses tersebut.
“Kami hanya ingin memastikan saja persiapan penutupan tanggal 10 sudah dekat. Oleh sebab itu kami berharap situasi kondisi di lapangan juga menggembirakan,” ucap Rosehan.
Di tengah pemantauan, perhatian juga tertuju pada kondisi permukaan jalan. Rosehan menemukan adanya bagian jalan yang mengalami retakan. Kondisi tersebut menurutnya perlu segera dipastikan agar tidak menimbulkan persoalan ketika jalan nantinya kembali dibuka.
“Jangan sampai seperti pagi tadi kan adalah apa kalau bahasa Banjarnya ‘rabit’ lah jalanannya atau retak pak. Nah kalau retak berarti kan ada tanda-tanda lagi bisa longsor enggak?” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan itu meminta kontraktor bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan secara matang sebelum tanggal pembukaan.
“Sebab itu kita kan minta kepastian dengan pihak kontraktor supaya apa-apa langkah selama menuju tanggal 10 itu disiapkan betul-betul,” tegasnya.
Tak hanya soal kondisi fisik jalan, Rosehan juga menyoroti aktivitas warga selama proses pemadatan hingga pengaspalan.
Menurutnya, akses jalan perlu ditutup total agar pekerjaan dapat dilakukan secara maksimal tanpa terganggu kendaraan maupun warga yang melintas.
“Kita wawancara juga masyarakat lalu lalang, harusnya kan ditutup total supaya kontraktor bisa leluasa begawi (bekerja),” katanya.
Ia bahkan meminta adanya pengawasan lebih ketat selama pekerjaan berlangsung. Jika diperlukan, pengamanan dapat melibatkan kepolisian, Satpol PP, maupun masyarakat sekitar.
“Konsekuensinya ya harus wani (berani) menegur. Kalau memang tidak berani minta kepolisian, minta Satpol PP atau warga di sini dikaryakan supaya dijaga,” terang Rosehan.
Sementara itu, Kasi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kalsel, Misna Putri Wiharti, menyebut progres perbaikan jalan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dari target.
Menurutnya, pekerjaan kini memasuki tahap pemadatan Lapis Pondasi Bawah (LPB). Pemadatan dilakukan untuk memastikan kondisi badan jalan cukup stabil sebelum tahapan berikutnya, yakni pengaspalan.
“Saat ini kita sudah di pemadatan untuk LPB (lapis pondasi bawah) jadi ini mencoba memadatkan kembali sampai dengan nanti akses terbuka ya. Jadi supaya untuk stabil dulu baru nanti kita lanjut ke pengaspalan,” jelas Misna.
Ia kembali mengimbau masyarakat agar tidak melintas di ruas jalan tersebut selama proses pekerjaan berlangsung hingga rencana pembukaan akses pada 10 Agustus mendatang.
Dengan progres yang telah mencapai 90 persen, perhatian kini tertuju pada penyelesaian tahap akhir. Stabilitas badan jalan, pemadatan, pengaspalan, hingga pengawasan selama pekerjaan menjadi bagian penting sebelum Jalan Veteran KM 5,5 kembali dibuka untuk masyarakat. (adv/sbn).
